Peserta Jalan Santai Tertimpa Pagar SDN yang Roboh di Sleman, 10 Orang Terluka

Peserta Jalan Santai Tertimpa Pagar SDN yang Roboh di Sleman, 10 Orang Terluka
Bupati Sleman, Harda Kiswaya (kaus putih) meninjau lokasi robohnya pagar SDN Minomartani 2 pada Minggu (9/8/2026)./Istimewa -- BPBD Sleman

Lombokforum.com, SLEMAN — Kegiatan jalan santai yang diselenggarakan warga RW di wilayah Minomartani, Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Minggu (9/8/2026) pagi berubah menjadi mencekam. Saat kegiatan itu berlangsung, pagar tembok SDN Minomartani 2 roboh dan menimpa sejumlah peserta jalan santai.

Tercatat ada sebanyak 10 warga yang mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan pagar sekolah roboh ketika peserta kegiatan jalan santai tengah beristirahat di sekitar area sekolah. Bangunan yang roboh memiliki panjang sekitar 12 meter dengan tinggi kurang lebih 1,5 meter.

“Acara jalan santai, kondisi bangunan pagar tembok SDN Minomartani 2 tiba-tiba roboh sehingga menimpa peserta yang beristirahat di dekat pagar. Panjang pagar kurang lebih 12 meter dan tinggi kurang lebih 1,5 meter,” kata Bambang, Minggu (9/8/2026).

Reruntuhan pagar tersebut mengenai sejumlah warga yang sedang berada di sekitar lokasi. Setelah kejadian, petugas bersama masyarakat melakukan evakuasi terhadap korban.

Sebanyak enam korban luka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Condong Catur (RSCC). Sementara itu, dua korban lainnya dibawa ke RS Hermina dan dua korban dibawa ke RS UAD.

Bambang mengatakan proses evakuasi korban berlangsung dengan cepat karena masyarakat di sekitar lokasi turut membantu. Namun, petugas membutuhkan waktu untuk mendatangkan kendaraan ambulans ke lokasi kejadian.

“Evakuasi cepat, karena banyak masyarakat tadi. Hanya nunggu kendaraan yang membawa itu, kurang lebih kalau perjalanan dari Pemda ke Minomartani itu ya seperempat sampai 20 menit. Kemudian dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Sebanyak enam mobil ambulans dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban dalam insiden tersebut.

Diikuti 400-500 Peserta

Bambang menjelaskan kegiatan jalan santai tersebut merupakan kegiatan warga RW di wilayah Minomartani dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain jalan santai, kegiatan juga diisi dengan senam bersama.

Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan diperkirakan mencapai 400 hingga 500 orang. Sebagian peserta kemudian memilih beristirahat di sekitar pagar sekolah setelah mengikuti kegiatan.

“Yang duduk-duduk banyak tadi itu, karena itu tempatnya rindang, santai gitu,” katanya.

Kondisi tersebut membuat sejumlah peserta berada cukup dekat dengan pagar ketika bangunan tersebut tiba-tiba roboh. Reruntuhan kemudian menimpa warga yang sedang beristirahat.

Peristiwa tersebut langsung mendapat penanganan dari BPBD Sleman bersama unsur terkait. Petugas melakukan evakuasi serta memastikan korban yang terluka segera mendapatkan pertolongan medis.

Biaya Perawatan Ditanggung Pemkab Sleman

Bambang memastikan pemerintah Kabupaten Sleman akan menanggung biaya perawatan korban akibat insiden pagar SDN Minomartani 2 tersebut. Namun, warga yang telah memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan akan menggunakan fasilitas jaminan kesehatan tersebut.

“Semua biaya yang back up pemerintah, kecuali yang sudah ber-BPJS. Kalau yang enggak BPJS ya nanti yang back up pemerintah Sleman,” tegasnya.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, turut meninjau lokasi robohnya pagar SDN Minomartani 2 pada Minggu (9/8/2026). Peninjauan dilakukan setelah insiden yang menyebabkan sejumlah peserta kegiatan jalan santai tertimpa reruntuhan pagar.

Pemerintah daerah selanjutnya akan melakukan penanganan terhadap lokasi kejadian. Kondisi bangunan pagar yang roboh juga menjadi perhatian untuk memastikan area sekitar tetap aman bagi masyarakat dan kegiatan warga.

Berita ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul Pagar SDN Minomartani 2 Roboh Timpa Peserta Jalan Santai, 10 Luka

Leave a Reply