Lombokforum.com, JAKARTA — Nilai tukar mata uang rupiah dibuka menguat ke level Rp17.897 per dolar AS pada perdagangan awal pekan ini, Senin (10/8/2026). Mata uang Garuda naik 0,15% dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.
Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,13% ke 99,67. Sedangkan mata uang di kawasan Asia tercatat dibuka bervariasi pagi ini. Dilansir Bisnis, Yen Jepang dibuka melemah 0,32%, dolar Hong Kong stagnan, won Korea Selatan melemah 0,63%, dan yuan China menguat 0,01%.
Kemudian dolar Singapura melemah 0,09%, baht Thailand naik 0,18%, dan ringgit Malaysia dibuka menguat 0,07% pagi ini. Equity Analyst Indo Premier Sekuritas David Kurniawan dalam risetnya mengatakan pasar keuangan diperkirakan akan berada dalam fase wait and see pekan ini seiring tingginya intensitas rilis data ekonomi dari Amerika Serikat.
Fokus utama para pelaku pasar akan tertuju pada rilis indikator inflasi kunci, yaitu Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI), serta data penjualan ritel (retail sales).
“Rangkaian data ini menjadi krusial karena akan memberikan sinyal yang lebih terang mengenai arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya, apakah tekanan inflasi sudah benar-benar mendingin untuk memberi ruang bagi pelonggaran suku bunga atau justru masih cukup tangguh untuk mempertahankan narasi suku bunga tinggi lebih lama,” kata David dalam risetnya, Senin (10/8/2026).
Sebelumnya, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menuturkan data cadangan devisa (cadev) Indonesia yang hanya turun tipis pada Juli juga tidak memberikan tekanan berarti terhadap rupiah.
Dari sisi eksternal, dolar AS bergerak cenderung datar, sementara harga minyak mentah dunia terkoreksi tipis sehingga turut menopang mata uang negara berkembang.
Menurutnya, pelaku pasar selanjutnya akan mengalihkan perhatian pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (Non-Farm Payrolls/NFP) yang dijadwalkan terbit pada Jumat (7/8/2026) malam waktu Indonesia. Data tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Lukman menuturkan pergerakan rupiah pada awal pekan ini dipengaruhi hasil data NFP AS, perkembangan dolar AS, serta respons pasar terhadap data ekonomi domestik.

Leave a Reply