Lombokforum.com, KLATEN — Sebanyak 40 tim dari instansi pemerintah, perusahaan, dan relawan kecamatan mengikuti Klaten Fire Safety Challenge 2026 di Jl. Sidoluhur, kawasan Alun-alun Klaten, Selasa (11/8/2026). Ajang tahunan tersebut menguji ketangkasan peserta dalam menangani kondisi darurat kebakaran.
Pada pagi hingga siang, lomba diikuti peserta dari instansi pemerintah dan swasta dalam kategori tanggap darurat. Masing-masing tim terdiri atas empat orang yang berbagi tugas untuk melewati berbagai tantangan.
Pada tahap pertama, seluruh anggota tim harus melintasi monkey bar. Salah satu anggota kemudian melakukan pemadaman api menggunakan teknik penyelimutan kain basah, sementara anggota lainnya bersiap melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) setelah mendapat aba-aba.
Peserta kemudian melakukan pemadaman menggunakan hidran, dilanjutkan dengan simulasi penyelamatan korban hingga menggulung selang.
Pada siang hingga sore, lomba memasuki kategori relawan kecamatan. Rintangan yang diberikan hampir sama. Bedanya, kategori ini tidak menggunakan teknik pemadaman api dengan APAR, tetapi peserta mendapat tantangan memindahkan ban berukuran besar.
Penilaian tidak hanya berdasarkan kecepatan. Juri juga menilai penguasaan teknik, kecermatan, dan kekompakan tim, termasuk ketepatan dalam melakukan penanganan dengan tetap memperhatikan keselamatan diri.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengungkapkan ajang tersebut menjadi agenda rutin. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi lomba ketangkasan dalam menguasai teknik pemadaman api, tetapi juga menjadi sarana sosialisasi mengenai pentingnya upaya pencegahan kebakaran.
“Yang tidak kalah penting adalah ini dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dari stakeholder yang ada di wilayah baik itu relawan kecamatan maupun perusahaan. Sehingga dengan kegiatan ini selain mereka mengejar prestasi, sekaligus bagaimana meningkatkan kesiapsiagaan dalam rangka menghadapi terjadinya kebakaran,” kata Hamenang.
Hamenang mengungkapkan ajang tersebut bakal terus digelar rutin. Tak hanya tingkat lokal, dia berharap kegiatan tersebut dapat digelar di tingkat Provinsi Jawa Tengah dengan menghadirkan peserta dari berbagai kabupaten/kota.
“Karena event fire safety challenge ini di Jateng baru ua yang menyelenggarakan,” jelas Hamenang.
Klaten Fire Safety Challenge Dorong Kesiapsiagaan
Kepala Satpol PP dan Damkar Klaten, Joko Hendrawan, mengatakan terdapat 16 tim dalam perlombaan kategori instansi dan swasta serta 24 tim dalam kategori relawan kecamatan.
“Kegiatan ini untuk meningkatkan ketangkasan, kecepatan dalam rangka penanganan kebakaran yang ada di wilayah Klaten khususnya kepada relawan maupun tim tanggap darurat yang ada di rumah sakit maupun yang ada di gedung pemerintah serta perusahaan,” kata Joko.
Selain meningkatkan kapasitas relawan dalam mendukung upaya kegawatdaruratan akibat kebakaran, Satpol PP dan Damkar selama ini menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat tentang upaya pencegahan kebakaran. Sosialisasi semakin digencarkan memasuki musim kemarau karena kecenderungan kejadian kebakaran meningkat.
“Kami sudah melakukan mitigasi dengan mensosialisasikan secara kepada masyarakat dengan larangan membakar sampah maupun juga lahan kosong. Dan juga kaitan dengan rumah tangga maupun juga tidak lupa untuk mematikan kompor maupun memasang instalasi listrik yang ada di rumah masing-masing dengan kabel yang standar,” ungkap Joko.
Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten, Sumino, mengatakan ajang tersebut sekaligus untuk melatih kesiapsiagaan di setiap instansi dan relawan ketika sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Dengan kolaborasi berbagai unsur, upaya pencegahan hingga penanganan darurat kebakaran dapat dilakukan.
“Melalui event ini, minimal teman-teman tetap berlatih mempersiapkan tanggap darurat dan sebagainya. Kemudian untuk relawan kecamatan bisa mewujudkan dan membantu layanan respons cepat penanganan kebakaran. Kemudian mewujudkan ketangguhan masyarakat,” jelas dia.

Leave a Reply