Lombokforum.com, SOLO — Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Kota Solo, yang terjadi sejak Rabu (2/9/2026) petang masih dalam proses pendinginan pada Kamis (3/9/2026) pagi.
Warga yang penasaran dengan kondisi TPA berdatangan untuk menonton. Mereka melihat aktivitas pemadaman hingga kondisi TPA dari wilayah Kampung Randusari, Kelurahan Mojosongo, Jebres, Solo.
Pantauan Espos, ada puluhan warga yang datang untuk menyaksikan kebakaran. Mereka tidak kena asap meskipun jaraknya tergolong dekat dari titik api di gunungan sampah. Angin mengarah menjauh dari lokasi mereka. Namun pinggiran kampung itu terasa panas.
Salah satu warga asal Singosaren, Serengan, Solo, Supriyatmani Jumadi atau Nanik, 65, mengaku datang bersama suaminya pada Rabu malam dan Kamis pagi. Ia dan suaminya memastikan rumah anaknya yang ditinggal dalam kondisi kosong di Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, aman.
Dia menjelaskan asap sempat masuk ke area perumahan anaknya pada Rabu malam. Namun, kondisi perumahan anaknya tidak kena asap kebakaran pada Kamis pagi. “Wilayah Randusari ini juga tidak kena asap jadi aman,” kata dia kepada Espos.
Warga Randusari, Sugino, 77, turut menyaksikan kebakaran sejak Rabu hingga Kamis di tepi kampung setempat. Kebakaran ini tergolong besar dibanding sebelumnya. Namun kondisi kampungnya aman.
Seperti diberitakan, petugas damkar gabungan dan relawan serta TNI/Polri masih terus melakukan pemadaman dan pendinginan area yang terbakar di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, pada Kamis pagi. Api yang sempat padam di Blok D kembali menyala. Aktivitas pembuangan sampah dihentikan sementara sambil menunggu perkembangan situasi.
Pantauan Espos, api masih menyala di Blok D. Asap tidak sampai ke permukiman warga terdekat di dekatnya yakni Kampung Randusari, Kelurahan Mojosongo, Jebres, Solo. Angin mengarah ke utara. Area yang terbakar meliputi Blok C, B, dan D. Api sempat padam di Blok D namun kembali terbakar pagi ini. Petugas gabungan melakukan pemadaman api.
Aktivitas Pembuangan Sampah
Kepala Seksi (Kasi) Darurat Logistik (Darlog) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, Edhi Soekono, kepada Espos di lokasi menjelaskan semula aktivitas pembuangan sampah dihentikan sementara sampai pukul 10.00 WIB.
Namun, lanjut dia, ada api yang kembali muncul di area untuk open dumping sehingga aktivitas pembuangan sampah dari wilayah ke TPA Putri Cempo disetop hari ini agar armada pemadam kebakaran bisa masuk area TPA dengan lancar.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo Herwin Tri Nugroho Adi. Menurut Herwin, masih ada beberapa titik api kecil di blok-blok yang terbakar.
“Titik api kecil, api besar sudah tidak ada, tim damkar siaga di semua lokasi karena asap masih cukup tebal dan agak mengganggu pandangan. Kondisi angin di lokasi relatif kecil, kami harap tidak membesar karena kemarin salah satu faktor luasan area terbakar karena tadi malam anginnya sangat besar,” kata Herwin.
Herwin mengatakan area yang terbakar meliputi zona B, C, dan D, meski tidak semua area terbakar, hanya di lokasi-lokasi tertentu. “Dari tim gabungan, Damkar Soloraya, relawan, TNI/Polri juga melakukan pemadaman terus. Di area yang sudah tidak ada titik api dilakukan pendinginan, asap cukup tebal,” tambahnya.
Mengenai warga yang terdampak, Herwin mengatakan karena angin mengarah ke utara, warga di sisi uara dia imbau untuk memakai masker. Menurut Herwin, petugas Puskems Sibela sudah siaga di area utara untuk memberikan pelayanan kesehatan dan penanganan dampak asap kebakaran TPA Putri Cempo kepada warga.
Sedangkan mengenai pengiriman sampah ke TPA Putri Cempo, Herwin mengaku sudah menyampaikan kepada lurah-lurah agar menahan pengiriman sampah tersebut untuk sementara sampai situasi dipastikan aman.

Leave a Reply