Sido Muncul Gandeng 100 Pelaku Angkringan Solo, Dorong Tradisi Minum Jamu

Sido Muncul Gandeng 100 Pelaku Angkringan Solo, Dorong Tradisi Minum Jamu
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menggandeng 100 pelaku usaha angkringan di Solo dan sekitarnya untuk ikut melestarikan tradisi minum jamu. Mereka mendapatkan pelatihan meracik hingga menyajikan jamu melalui program Gerakan 1.000 Angkringan Sido Muncul di Novotel Solo, Kamis (3/9/2026).

Lombokforum.com, SOLO — PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menggandeng 100 pelaku usaha angkringan di Solo dan sekitarnya untuk ikut melestarikan tradisi minum jamu. Mereka mendapatkan pelatihan meracik hingga menyajikan jamu melalui program Gerakan 1.000 Angkringan Sido Muncul di Novotel Solo, Kamis (3/9/2026).

Program tersebut menjadi salah satu upaya Sido Muncul mendekatkan jamu kepada masyarakat melalui angkringan yang selama ini lekat dengan aktivitas dan kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya di Solo dan sekitarnya.

Direktur Marketing Sido Muncul, Maria Reviani, mengatakan kolaborasi dengan pelaku angkringan diharapkan membuat jamu semakin mudah dijangkau sekaligus dinikmati dalam suasana santai dan akrab.

“Melalui kolaborasi dengan komunitas angkringan, Sido Muncul berharap dapat memperkuat citra jamu sebagai minuman sehat yang relevan dengan gaya hidup masa kini, sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia,” ujar Maria.

Menurut Maria, program tersebut juga diarahkan untuk mendekatkan jamu kepada generasi muda. Angkringan dipilih karena memiliki pasar yang luas serta menjadi salah satu ruang berkumpul berbagai kalangan masyarakat.

“Harapannya Sido Muncul dapat mengajak generasi muda untuk ikut melestarikan tradisi minum jamu dan mengangkat kembali eksistensi jamu di Indonesia dengan program Gerakan 1.000 Angkringan Sido Muncul,” lanjutnya.

Dalam pelatihan tersebut, 100 pelaku angkringan mendapatkan sejumlah materi mulai dari pemahaman mengenai manfaat jamu bagi kesehatan hingga pengenalan bahan-bahan yang terkandung dalam produk jamu.

Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai standar kebersihan dan sanitasi. Tak hanya menerima materi, para pelaku usaha mendapatkan pelatihan langsung mengenai cara meracik dan menyajikan jamu Sido Muncul.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut usia Sido Muncul yang genap 75 tahun pada November 2026. Perusahaan berupaya memperluas jangkauan jamu agar tetap relevan di tengah perubahan gaya hidup masyarakat.

Secara terpisah, Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, menilai angkringan memiliki potensi besar sebagai salah satu saluran untuk memperkenalkan jamu kepada masyarakat.

“Angkringan itu sebenarnya hebat dan jumlahnya juga banyak. Kuncinya sederhana, yaitu produknya bersih, enak, dan harganya masuk akal,” kata Irwan.

Menurut Irwan, peningkatan kualitas produk dan penyajian menjadi salah satu hal penting bagi pelaku angkringan untuk mengembangkan usahanya. Karena itu, pelatihan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk memperluas konsumsi jamu, tetapi juga memberikan tambahan keterampilan bagi pelaku usaha.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin menyadarkan para pelaku angkringan bahwa mereka punya potensi besar. Apabila mereka bisa menyajikan jamu secara menarik, maka mereka dapat menjangkau lebih banyak orang dan lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Irwan berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan tersebut bisa menjadi bekal bagi para pelaku angkringan untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pelatihan di Solo merupakan kali kedua program tersebut digelar Sido Muncul. Program serupa sebelumnya dilaksanakan dengan melibatkan 100 pelaku usaha angkringan di Kota Yogyakarta pada 2025.

Melalui Gerakan 1.000 Angkringan Sido Muncul, perusahaan berharap keberadaan jamu tidak hanya bertahan sebagai bagian dari tradisi, tetapi juga semakin dekat dengan kehidupan masyarakat masa kini.

Leave a Reply