5.427 Koperasi Merah Putih di Jateng Beroperasi, Capai 64%

5.427 Koperasi Merah Putih di Jateng Beroperasi, Capai 64%
Petugas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Sukoharjo tengah menata barang. Ist-Pemprov Jateng.

Lombokforum.com, SEMARANG — Sebanyak 5.427 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah telah beroperasi. Jumlah tersebut mencapai 64% dari total 8.523 unit KDKMP yang dibentuk di kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Dari sisi pembangunan fisik, sebanyak 5.895 gedung KDKMP di Jawa Tengah telah selesai dibangun 100%. Capaian tersebut menempatkan Jawa Tengah pada peringkat kedua terbanyak secara nasional dalam pembangunan gedung koperasi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong pemerataan ekonomi masyarakat perdesaan.

“Presiden Pak Prabowo ingin desa atau kelurahan itu maju. Yang maju jangan kota saja. Desa juga harus maju, kelurahan juga maju,” ujar Zulkifli saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sukoharjo, Selasa (13/10/2026).

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Rombongan memantau kesiapan operasional KDKMP di tiga lokasi, yakni KDKMP Desa Purbayan, Desa Kadilangu, dan Desa Menuran di Kecamatan Baki.

Pemantauan difokuskan pada kelayakan infrastruktur gedung, kesiapan sarana transaksi digital, serta penataan gerai dan gudang penyimpanan bahan pangan pokok.

Di KDKMP Purbayan, rombongan menyerahkan bantuan beras secara simbolis kepada 10 penerima manfaat. Selain itu, para pejabat meninjau aktivitas transaksi keuangan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, serta pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Koperasi tersebut diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi warga. Namun, Zulkifli mengingatkan bahwa keberadaan gedung harus diimbangi kegiatan usaha yang berjalan.

“Tentu gedung ini tidak ada manfaatnya kalau tidak diisi. Tujuannya agar koperasi ini bisa melayani kebutuhan masyarakat desa dengan tepat,” katanya.

Verifikasi Gerai dan Pelatihan Pengelola Koperasi

KDKMP dirancang untuk melayani berbagai kebutuhan masyarakat desa secara terpadu. Layanan tersebut mencakup penyediaan bahan pangan pokok, penyaluran pupuk bersubsidi, dan distribusi LPG bersubsidi. Koperasi juga menyediakan layanan keuangan terjangkau serta memfasilitasi pemasaran hasil pertanian dan produk UMKM lokal.

Pemerintah menerapkan pengembangan kapasitas unit usaha secara bertahap. Setiap koperasi direncanakan mendapat dukungan satu tenaga manajer profesional, dengan gaji ditanggung pemerintah selama dua tahun pertama. Setelah masa pendampingan berakhir, koperasi ditargetkan mampu mengelola usaha secara mandiri.

Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat verifikasi dan validasi gerai untuk memastikan kelayakan bangunan, kesiapan sarana dan prasarana, serta kelengkapan dokumen administrasi sebelum izin operasional diterbitkan.

Pemerintah menetapkan 4.230 unit KDKMP sebagai prioritas verifikasi. Hingga 30 September 2026, realisasi pemenuhan target verifikasi lapangan mencapai 61,67%.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Linda Widiastuti Ariningrum menyatakan optimisme terhadap pencapaian tersebut.

“Alhamdulillah, sudah melebihi target yang ditetapkan oleh pusat. Tim masih terus berjalan di lapangan, dan kami juga terus mendorong percepatan,” ujar Linda pada 2 Oktober 2026.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola koperasi. Sebanyak 5.040 bendahara KDKMP akan mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi secara bertahap, yang dijadwalkan berlangsung mulai Oktober hingga akhir November 2026.

Penguatan kelembagaan dilanjutkan dengan penyediaan fasilitas kontak bisnis di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Pemerintah provinsi juga memfasilitasi kemitraan usaha, pendampingan tata kelola, dan pemasaran produk lokal.

Langkah tersebut disesuaikan dengan potensi unggulan desa, seperti budi daya jamur kuping, kerupuk rambak, emping melinjo, olahan sayuran PKK, hingga kerajinan wayang di Desa Purbayan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pengembangan ekonomi desa harus mengedepankan keunikan masing-masing daerah.

“Tidak semua KDKMP harus dipukul rata sama, disesuaikan kearifan lokal daerahnya,” tutur Luthfi.

Melalui pendekatan berbasis potensi daerah, koperasi diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi warga secara berkelanjutan.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Operasional Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah Capai 64%“, 

Leave a Reply