Ikan Teri Terdampar di Pantai Wediombo, Warga Gunungkidul Bisa Bawa Pulang 4 Kg

Ikan Teri Terdampar di Pantai Wediombo, Warga Gunungkidul Bisa Bawa Pulang 4 Kg
Warga berkumpul untuk menangkap ikan teri yang terdampar di Pantai Wediombo, Kalurahan Jepitu, Girisubo, Gunungkidul, Minggu (11/10/2026). /Tangkapan layar Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I Pelabuhan Saden

Lombokforum.com, GUNUNGKIDUL — Warga tak perlu melaut untuk mendapatkan ikan segar saat fenomena ikan teri terdampar di Pantai Wediombo, Kalurahan Jepitu, Girisubo, Gunungkidul. Dalam sekali berangkat, seorang warga bahkan bisa membawa pulang hingga empat kilogram ikan untuk lauk makan keluarga.

Fenomena tersebut berlangsung selama beberapa malam sejak Kamis (8/10/2026). Pada malam hari, kawasan pantai ramai didatangi warga yang berburu ikan. Berbekal senter dan peralatan sederhana, mereka mengumpulkan ikan teri yang terbawa gelombang hingga ke tepian pantai.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I di Pelabuhan Sadeng, Sunu Handoko, mengatakan kemunculan ikan teri yang mendekati daratan menarik perhatian ratusan orang. Warga berbondong-bondong menuju pantai untuk menangkap ikan yang terdampar di pasir.

“Jadi, kalau malam suasananya ramai dan penuh dengan kerlap-kerlip lampu karena warga berebut untuk menangkap ikan teri yang terdampar,” kata Sunu, Senin (12/10/2026).

Menurut Sunu, fenomena ikan terdampar di Pantai Wediombo bukan kejadian baru. Peristiwa serupa hampir terjadi setiap tahun, meski waktunya tidak bisa dipastikan.

Warga menangkap ikan menggunakan tangan, jaring kecil, maupun alat tangkap yang disebut cundit. Jumlah ikan yang diperoleh berbeda-beda, bergantung pada banyaknya ikan yang mendekati tepian pantai.

Sunu menyebut jumlah ikan yang terdampar bisa mencapai ratusan kilogram hingga hitungan ton. Sebagian hasil tangkapan dijual, sedangkan sebagian lainnya dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan lauk keluarga.

“Ada yang dijual dengan harga Rp20.000 per kilogram,” ujarnya.

Warga Bawa Pulang Ikan untuk Lauk Keluarga

Salah seorang warga Padukuhan Nglaban, Jepitu, Girisubo, Sulardi, mengaku ikut menangkap ikan teri yang terdampar di Pantai Wediombo dalam beberapa hari terakhir. Dalam sekali berangkat, ia bisa memperoleh sekitar empat kilogram ikan.

Menurut Sulardi, kegiatan menangkap ikan tersebut bisa dilakukan bersama anggota keluarga. Hasil tangkapan yang dibawa pulang cukup untuk diolah menjadi lauk sehari-hari.

“Lumayan hasilnya. Yang nangkap, sekeluarga bisa ikut semua,” kata Sulardi.

Ia memilih tidak menjual ikan yang diperolehnya karena hasil tangkapan tersebut digunakan untuk konsumsi sendiri.

“Hasilnya masih diolah sendiri untuk lauk makan harian. Kalau dijual belum karena memang tangkapannya juga tidak banyak,” ujarnya.

Di tengah ramainya warga yang berburu ikan, Sunu mengingatkan masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan. Aktivitas pada malam hari di kawasan pantai perlu disertai kewaspadaan terhadap kondisi laut.

Ia meminta warga tidak mengabaikan risiko kecelakaan laut saat menangkap ikan di tepian pantai. Kondisi gelombang dan lingkungan sekitar perlu diperhatikan agar kegiatan tersebut tidak membahayakan keselamatan.

Fenomena ikan terdampar ini memberi kesempatan bagi warga untuk memperoleh bahan pangan sekaligus penghasilan tambahan. Meski demikian, petugas mengingatkan masyarakat agar tetap waspada saat beraktivitas di kawasan pesisir. 

Leave a Reply