Parfum Lokal Sleman Tembus Pasar Global, UMKM Naik Kelas

Parfum Lokal Sleman Tembus Pasar Global, UMKM Naik Kelas
Ilustrasi parfum. (Freepik.com)

Lombokforum.com, SLEMAN — Pergerakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sleman mulai menunjukkan arah baru. Tak lagi sekadar bertahan di pasar lokal, sejumlah produk kini mampu menembus pasar internasional dengan nilai jual yang kompetitif.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah produk parfum lokal asal Sleman yang sudah dipasarkan ke luar negeri. Produk ini bahkan dibanderol dengan harga ratusan ribu rupiah per botol, menandakan adanya peningkatan kualitas sekaligus daya saing.

Perkembangan tersebut tidak terjadi secara instan. Ada peran kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sleman yang terus mendorong perluasan akses pasar bagi pelaku usaha lokal. Sinergi ini diarahkan agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas ke pasar nasional hingga global.

Ketua Kadin Sleman, Yudi Prihantana, menilai tantangan UMKM saat ini telah bergeser. Bukan lagi sekadar soal permodalan, melainkan kemampuan membaca kebutuhan pasar dan menghadirkan produk yang benar-benar kompetitif.

“UMKM harus naik kelas. Kuncinya ada pada kualitas produk, kapasitas produksi, dan branding yang kuat agar bisa masuk ke pasar yang lebih luas,” ujarnya saat kegiatan Syawalan di Kantor Kadin Sleman di Jalan Merbabu, di Tridadi, Sleman, Kamis (9/4/2026).

Kadin Sleman, lanjut dia, menerapkan sistem kurasi yang ketat untuk menentukan UMKM yang layak mendapatkan pembinaan lanjutan. Pelaku usaha yang diprioritaskan adalah mereka yang aktif, produktif, serta memiliki potensi ekspansi, termasuk ke pasar ekspor.

Pendekatan yang digunakan pun berbasis kebutuhan riil di lapangan atau dikenal dengan istilah “belanja masalah”. Dengan cara ini, program pembinaan diharapkan lebih tepat sasaran dan mampu menjawab tantangan yang benar-benar dihadapi pelaku UMKM.

Strategi Kurasi dan Akses Pasar Jadi Kunci

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, melihat jejaring Kadin hingga tingkat nasional sebagai peluang strategis untuk membuka akses pasar yang lebih luas.

“Kadin memiliki koneksi hingga kementerian dan lembaga pusat. Ini bisa dimanfaatkan untuk membuka akses program sekaligus memperluas jangkauan pasar UMKM Sleman,” katanya.

Menurutnya, penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi hal penting. Tidak hanya melibatkan Kadin, tetapi juga perangkat daerah hingga unit pelaksana teknis (UPT), agar pengembangan UMKM berjalan terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Keberhasilan parfum lokal menembus pasar luar negeri menjadi bukti konkret bahwa UMKM Sleman memiliki peluang besar untuk bersaing di level global. Produk tersebut kini dipasarkan melalui platform digital dengan harga berkisar Rp300.000 hingga Rp500.000 per botol.

Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian utama. Kadin Sleman mengembangkan program pelatihan berbasis lembaga kursus dan pelatihan (LKP) untuk mencetak tenaga kerja terampil sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru.

Dengan strategi kurasi yang terarah, penguatan jejaring, serta peningkatan kapasitas SDM, UMKM Sleman diharapkan mampu tumbuh berkelanjutan dan semakin kompetitif di pasar global.

Leave a Reply