Lombokforum.com, PURWOKERTO—Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar entry meeting bersama Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka pendampingan tata kelola Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Senin (12/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Eks Sidang Senat Lantai 2 Gedung Rektorat UIN Saizu tersebut menjadi pembuka rangkaian pendampingan tata kelola PNBP dan keuangan Badan Layanan Umum (BLU) di lingkungan kampus.
Kegiatan ini dihadiri Rektor UIN Saizu Prof. Ridwan, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) Nugraha Stiawan, Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) Prof. Rohmad, beserta jajaran terkait. Sementara itu, tim Itjen Kementerian Agama dikoordinatori oleh Imron Fauzi.
Dalam sambutannya, Prof. Ridwan menyambut baik kedatangan tim Itjen Kementerian Agama untuk mendampingi UIN Saizu. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi kampus untuk memperoleh arahan dan masukan dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan, khususnya pengelolaan PNBP.
“Selamat datang di UIN Saizu. Kami berharap tim Inspektorat Jenderal berkenan mendampingi kami dalam tata kelola keuangan, terutama PNBP, serta memberikan arahan dan masukan untuk perbaikan pengelolaan keuangan institusi,” ujar Prof. Ridwan.
Rektor juga memaparkan sejarah perkembangan UIN Saizu beserta berbagai kemajuan yang telah dicapai. Pemaparan tersebut memberikan gambaran mengenai dinamika pengembangan kelembagaan dan akademik yang perlu didukung oleh tata kelola keuangan yang tertib dan sesuai ketentuan.
Mengidentifikasi Potensi Pendapatan yang Dapat Dikembangkan
Sementara itu, Imron Fauzi menjelaskan bahwa pendampingan tata kelola PNBP dan BLU merupakan bagian dari tugas Itjen Kementerian Agama. Melalui kegiatan tersebut, tim Itjen akan memberikan pendampingan sekaligus masukan untuk memperbaiki perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan penggunaan dana BLU.
Menurut Imron, perguruan tinggi perlu mengidentifikasi potensi pendapatan yang dapat dikembangkan serta memastikan pengelolaannya berjalan secara transparan dan akuntabel. Dengan demikian, pendapatan BLU dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan dan pengembangan institusi.
Dalam pertemuan tersebut, Imron juga menyoroti perkembangan UIN Saizu, mulai dari peningkatan jumlah fakultas hingga pembukaan sejumlah program studi baru. Ia turut mencermati profil akreditasi UIN Saizu, termasuk capaian 18 program studi berstatus unggul dan dua sertifikasi ISO yang dimiliki kampus.
Setelah entry meeting, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan oleh tim Itjen Kementerian Agama pada Senin hingga Rabu, 12–14 Oktober 2026, dengan menyasar berbagai unit di lingkungan UIN Saizu. Seluruh rangkaian pendampingan tersebut dijadwalkan ditutup melalui exit meeting pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Melalui entry meeting ini, UIN Saizu dan tim Itjen Kementerian Agama menyamakan pemahaman mengenai pelaksanaan pendampingan tata kelola PNBP dan BLU. Hasil pendampingan diharapkan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bagi unit terkait dalam memperkuat tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, serta mendukung pengembangan layanan pendidikan tinggi di UIN Saizu. (NA)

Leave a Reply