Pelaku Pembakaran Warung Mi dan Babi Tepi Sawah Ditangkap di Purbayan Sukoharjo

Pelaku Pembakaran Warung Mi dan Babi Tepi Sawah Ditangkap di Purbayan Sukoharjo
Sejumlah polisi berjaga di sekitar lokasi penangkapan pelaku pembakaran warung Mi dan Babi di Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Senin (19/10/2026) malam. (Daerah/Bony Eko Wicaksono)

Lombokforum.com, SUKOHARJO — Aparat gabungan Polda Jawa Tengah dan Polres Sukoharjo menangkap seorang pria berinisial S yang diduga terlibat dalam pembakaran dan perusakan Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Senin (19/10/2026) malam. Pelaku ditangkap di rumah kontrakannya di Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Sukoharjo.

Pantauan Espos, rumah kontrakan yang disewa S berada di kawasan perumahan dengan akses jalan yang hanya bisa dilalui sepeda motor. Aparat gabungan mengepung rumah kontrakan tersebut sebelum melakukan penangkapan.

Saat hendak ditangkap, pelaku melakukan perlawanan dengan menyerang petugas menggunakan senjata tajam. Petugas akhirnya meringkus pelaku sekitar pukul 19.00 WIB.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, tiba di lokasi sekitar pukul 23.00 WIB. Kapolda memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penangkapan tersebut.

“Polda Jateng dan Polres Sukoharjo melakukan penindakan terkait kasus pembakaran dan perusakan Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Grogol, pada 12 September 2026. Berdasarkan hasil pengusutan kasus oleh penyidik Polres Sukoharjo, ada satu orang yang dicurigai yang saat ini dilakukan penindakan,” kata Roy.

Menurut Kapolda, pelaku melakukan perlawanan dan menyerang petugas menggunakan senjata tajam. Pelaku juga menendang sepeda motor milik petugas di depan rumah.

Karena perlawanan tersebut, petugas melakukan tindakan tegas dan terukur saat menjalankan tugas penegakan hukum.

“Sejauh ini, petugas mengamankan satu orang berinisial S. Ada bukti samurai atau parang untuk membacok atau menyerang petugas. Bahkan, ada juga busur panah yang ditembakkan ke arah petugas. Ada satu-dua petugas yang mengalami luka-luka,” ujar Roy.

Sebagai informasi, insiden perusakan dan pembakaran bangunan semipermanen di area Warung Mi dan Babi Tepi Sawah terjadi pada Sabtu (12/9/2026) dini hari. Saat itu, penjaga malam sedang tertidur di dalam bangunan semipermanen di area warung makan tersebut.

Empat pria tak dikenal yang mengenakan penutup wajah mendatangi warung makan sekitar pukul 04.00 WIB. Mereka berboncengan menggunakan dua sepeda motor.

Setibanya di lokasi, kelompok tersebut mendobrak pintu dan membangunkan penjaga malam. Sementara itu, pelaku lainnya merusak dan membakar bangunan di bagian depan warung.

Leave a Reply